| sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah (roma 15:7)
bacaan : roma 14:1-12
seorang raja berjalan kaki melihat keadaan negerinya. di jalan, kakinya terluka karena terantuk batu. "jalanan di negeriku amat buruk. aku harus memperbaikinya," begitu pikirnya. maka ia memerintahkan agar seluruh jalan dinegerinya dilapisi dengan kulit sapi yang terbaik. persiapan mengumpulkan sapi-sapi diseluruh negeri dilakukan. ditengah kesibukan luar biasa itu, seorang pertapa menghadap raja dan berkata "wahai paduka, mengapa paduka mengorbankan sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan negeri ini, padahal yang paduka perlukan hanya dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki paduka?" konon sejak itu orang menemukan kulit pelapis telapak kaki yaitu sandal.
jemaat di kota roma heboh, karena pertikaian antar kelompok yang beradu tuntutan. pihak yang satu menuntut yang lain "jangan menyantap makanan yang dipersembahkankepada berhala" sambil menghakimi para pelanggaranya. pihak yang lain balas menuntut lawannya agar bersikap lebih dewasa sambil menghinanya sebagai "si lemah iman". paulus menasihati mereka agar membalikkan arah tuntutan itu, dari pihak lain menuju ke diri sendiri. alih-alih menuntut orang lain, kita mesti mengubah persepsi kita sendiri. yaitu, menerima ember sebagaimana Tuhan sudah menerima mereka.
manusia cenderung punya pengharapan akan berlebihan terhadap orang lain. pengharapan itu bisa menjadi tuntutan, bahkan tuntutan yang tidak wajar lagi. akibatnya, pertikaian heboh pun terjadi. entah dirumah, dikantor atau digereja. kita mau mengubah dunia, padahal yang kita perlukan adalah mengubah persepsi kita tentang dunia.
MENYELESAIKAN PERSOALAN KERAP KALI BUKAN DENGAN MENUDING PIHAK LAIN MELAINKAN DENGAN MEMPERBAIKI PERSEPSI KITA SENDIRI
|