Wednesday, 04/03/2026, 13:47:56 | RSS | Welcome Guest

BERBAGI
Indahnya Berbagi 
Main
Site menu
Section categories
Agustus [19]
Calendar
«  August 2012  »
Su Mo Tu We Th Fr Sa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Entries archive
Search
Our poll
Rate my site
Total of answers: 2
Login form

Statistics

Total online: 3
Guests: 3
Users: 0


Main » 2012 » August » 15 » Peniup Peluit
11:18:04
Peniup Peluit
lalu aku mendengar suara Tuhan berkata :"siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" maka sahutku:"ini aku, utuslah aku!" (yesaya 6:8)

bacaan : yeremia 21:11 - 22:9

seorang whistle blower (peniup peluit) adalah seseorang yang berani membongkar ketidakbenaran yang sedang berkembang di suatu organisasi. orang ini biasanya adalah orang dalam, bagian dari organisasi itu. pada konferensi tentang isu iklim global di kopenhagen, denmark, bulan desember 2009 lalu, sempat muncul seorang yang demikian. ia membocorkan isi proposal sebuah surat keputusan yang kabarnya akan dilegalkan di sana. isinya emberersial. cenderung menguntungkan ember-negara maju dan merugikan ember-negara berkembang atau miskin. sontak, berbagai pihak mengecam proposal tersebut.

fungsi sebagai "peniup pluit" ini mirip dengan peran para nabi di Alkitab. yeremia adalah salah satunya. ia hidup ketika bangsa yehuda, secara khusus para pemimpinnya, hidup dalam dosa. mereka tidak taat pada perintah Tuhan. menindas keadilan dan kebenaran, membiarkan pemeras merajalela, memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, serta menganiaya orang-orang yang tak bersalah. yeremia menyuarakan protesnya atas tindakan mereka. menjadi penyambung lidah Allah bagi mereka. ia tahu ini membahayakan hidupnya. namun ia ember dirinya untuk menjadi alat Allah.

kita pun dipanggil Tuhan untuk melanjutkan peran kenabian ini. ketika berkembang sesuatu yang tidak benar di keluarga, gereja, kantor, organisasi, atau masyarakat kita, Tuhan memanggil kita untuk menyuarakan kebenaran. untuk membongkar ketidakbenaran yang sedang berkembang, bahkan kalau bisa untuk memperbaikinya. tidak mudah, bahkan kerap membuat kita terancam. kalau bukan kita, umatNya, siapa lagi yang bisa Dia utus?

TUHAN, INI AKU, UTUSLAH AKU UNTUK MENJADI NABI-MU DI LINGKUNGAN KAMI MASING-MASING
Category: Agustus | Views: 320 | Added by: redmond | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *: