| sebab kematianNya adlaha kematian terhadap dosa,satu kali dan untuk selama-lamanya , dan kehidupanNya adalah kehidupan bagi Allah (Roma 6:10)
bacaan : roma 6:5-11
C.S.Lewis, penulis yang terkenal dengan karyanya, the Chronicles of narnia, suatu ketika didatangi seseorang yang ingin berkompromi dalam kehidupan kristianinya. ia merasa tidak bermasalah kalau seseklai melakukan dosa dan pelanggaran kecil-kecilan. Tuhan pasti akan melupakan dosa-dosa kecil itu sepanjang ia menjadi orang kristiani yang baik. tidak apa-apa kan berdosa sedikit, selama hal-hal yang lain baik-baik saja? begitu pikir C.S.Lewos menjawab ,"kalau kita mencampurkan telur yang segar dengan telur yang busuk, kita tidak akan dapat membuat telur dadar yang enak".
Yesus Kristus mati untuk menebus dosa, satu kali dan untuk selamanya. Dia menebus dosa seluruh umat manusia dari abad ke abad. Dia menebus dosa--semua dosa, baik dosa yang kita anggap besar maupun dosa yang kita anggap kecil.
dalam konteks ini, pembedaan antara dosa besar dan kecil menjadi tidak relevan lagi. tidak ada dosa yang remeh. setiap dosa adalah "telur busuk" yang merusakkan kehidupan manusia. dan , Allah menghadapi dosa secara sungguh-sungguh dan radikal. Dia mengatasi persoalan dosa dengan harga yang sangat mahal: dengan menyerahkan nyawa AnakNya yang tunggal sebagai tebusan.
ketika kita tergoda untuk berkompromi melakukan perkara yang kita anggap sebagi "hanya dosa kecil", ada baiknya kita berhenti sejenak dan merenungkan kembali penebusan Kristus. untuk dosa yang kecil sekalipun, Dia harus menebusnya dengan meregang nyawa di kayu salib. akankah kita menganggap enteng perorbananNya itu terus menyimpan "telur busuk"?
bagi orang yang mengharggai penebusan Kristus dosa kecil sama mengerikannya dengan dosa besar
|